Inilah Jenis Burung Kicau Yang Sedang Tren

Selesai masa ‘kegilaan’ suara anis kembang demam tanaman Jemani serta demam batu akik th. lantas, saat ini warga kota Solo tengah gandrung model hiburan baru : burung! Bukanlah sembarang manuk sebagai incaran banyak pehobi satwa yg dapat iber, namun burung berkicau.

Image result for burung kicau

Anehnya model burung sebagai burung gelatik primadona pehobi itu, bisa dikata nyempal pakem, dari model klangenan wong Solo lawasan, seperti Perkutut Jowo (Geopelia striata) serta Tekukur atau Puter (Streptopelia chinensis).

Sekarang ini burung yg lagi suara burung decu ngetrend dipelihara model yg susah dipelihara serta membutuhkan perawatan intensif cukup rumit : love bird serta murai. Padahal di masa baheula, kesukaan simbah-simbah priyagung Solo cuma kepencut pelihara manuk Kutut Jowo serta Puter.

“Mana ada model burung-burungan yg namanya aneh-aneh. Paling banter mung manuk Kutut atau Puter. Selainnya ndak ingin. Memanglah rutinitas priyagung, terlebih senthono ndalem kraton, ke-2 burung tersebut yg menghadirkan kedamaian, ” tutur Sarman Poerba (78) selagi didapati TimloMagz di tempat tinggalnya, Sragen, beberapa lain waktu.

Sebenarnya, ungkap Poerba, bersamaan perubahan masa, klangenan pelihara burung yg tidak enak didengar itu malah jadi kesukaan anak-anak muda. Bila tahu saat ini pelihara burung jadi hoby cah nom Solo, papar Poerba menjelaskan, serta harga nya mahal, harusnya saya teruskan pelihara manuk, sejak mulai di tahan di Nusakambangan.

“Setiap hari’kan terkecuali bertani, nanam jagung, ubi serta padi ; kerjaannya ya ngelangut ndengerin nyanyian burung di rimba. Tahu gitu dahulu ngolo manuk selalu diternak. Ndak tahu bila saat ini jadi hoby orang-orang. Serta dapat laris mahal, ” tangkisnya menerawang.

Kekecewaan Poerba urung pelihara burung pada waktu ditahan di Nusakambangan dapat dipahami, sebab harga burung sekarang ini bisa jadi sandaran hidup apabila menginginkan beternak. Misal saja, tutur Poerba, kesukaan pelihara burung pada waktu di Nusa Kambangan ditekuninya, mungkin saja sekarang ini ia mendapatkan keuntungan tidak sedikit.

“Coba dulu saya tekuni melihara burung, mungkin saja saat ini dapat peroleh uang lumayan besar, terkecuali buat isi aktivitas, ” tuturnya, “tapi ya sudahlah, ndak butuh dipikir, kelak jadi sesak nafas. ”

Dapat jadi Poerba bakal betul-betul sesak nafas, apabila mendengar harga burung di Depok, Solo, beberapa ratus ribu sampai jutaan rupiah diburu banyak pengemar burung berkicau. Harga burung seperti Love Bird, umpamanya, di pasar Depok dibanderol kisaran Rp. 750. 000-Rp. 850. 000 per ekor.

“Tergantung model love bird. Bila love bird berjenis batman, harga nya dapat capai Rp 1. 000. 000. Harga burung memanglah susah. Dahulu, harga burung Kenari anakan dapat hingga Rp. 150. 000, namun sekarang ini sekedar Rp. 40. 000 saja tak dilirik konsumen, ” kata Wawan, pegawai pabrik Sariwarna, satu diantara pengemar fanatik burung berkicau.

Bukanlah perkara harga burung beberapa ratus ribu yg bikin sesak nafas orang pemula karena tidak mengerti logika pengemar kicauan burung import asal negri Belanda seperti Love Bird, namun juga reregan harga burung sampai beberapa puluh juta.

“Harga Murai Chloropsis sonnerati ekor panjang, harga di peternak dapat hingga 5 juta. Yang lebih mengagetkan lagi harga sepasang indukan murai ekor panjang di tawarkan 10-12 juta. Ini’kan harga yg tidak masuk akal. Namun yg namanya hoby, susah ditebak. Terlebih telah memenangkan lomba serta bersertifikat. Bila mas ingin beli, kelak bos saya agar menghubungi, ” tutur dia.

Advertisements

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s